Bencana Ekologis
Orang-orang menyebut bencana banjir dan longsor yang
terjadi di Sumatera, khususnya Aceh, Sumut dan Sumbar belakangan ini sebagai “bencana
ekologis”. Sebuah petaka yang disebabkan oleh kecerobohan kita dalam berinteraksi
dan mengelola alam dengan cara yang baik. Agak berbeda dengan pemahaman “bencana
alam” yang menekankan dimensi “alamiah” dari sebuah tindak ketakbersahabatan
alam dengan manusia yang hidup di sekitarnya.
Sejak lama, Al-Quran menegaskan bahwa tidak ada satupun
bencana yang benar-benar disebabkan oleh hal-hal alamiah. Dalam narasi keagamaan
yang jamak kita dengar, erupsi merapi, gempa bumi, hingga topan adalah peristiwa
yang sekalipun berada di luar jangkauan kuasa manusia, namun tetap beririsan
dengan perilaku mereka yang hidup di kawasan tersebut. Hal ini karena adanya konsep
tentang azab yang tak akan turun kecuali karena kehendak Allah guna menyadarkan
mereka yang selama ini lalai dan ingkar terhadap berbagai ketentuan-Nya.
Namun bencana ekologis yang terjadi belakangan ini,
dengan jumlah korban yang sangat signifikan, secara gamblang menunjukkan ke hadapan
kita betapa dahsyatnya pengaruh dari ketamakan manusia terhadap ekosistem yang
ada. Penambangan sumber daya alam secara
membabi buta, pembalakan hutan secara radikal dan lain-lain benar-benar harus
dibayar mahal oleh korban-korban yang sebagian besar tidak merasakan manfaat dari
itu semua.
Komentar
Posting Komentar